Pomodoro

Pomodoro alias Tomat

Pomodoro Technique

Pertama kali denger istilah ini dari Didiet, kesan awal langsung keinget sama nama warung sate :D *itu sih Podomoro kalee

Pomodoro sendiri arti harfiahnya adalah tomat, berasal dari bahasa italia, nggak ada alasan yang ilmiah selain karena penemu teknik ini adalah seorang italiano

Teknik ini cukup simpel, mirip dengan fungsi timer yang memberikan kita limit dalam mengerjakan sesuatu, tujuannya jelas untuk mendukung kita untuk getting things done dalam waktu yang terbatas

Ada 5 proses yang ada di teknik ini

1. Planning

Dilakukan di awal – gunanya untuk menentukan aktivitas apa saja yang akan dilakukan di hari tsb – seperti bikin to-do-list

2. Tracking

Untuk ngitung waktu yang kita habiskan dalam mengerjakan setiap aktivitas, dalam sebuah satuan waktu tertentu

3. Recording

Untuk mengcompile aktivitas-aktivitas apa saja yang sudah dilakukan dalam satu hari tersebut

4. Processing

Untuk mengubah data-data harian tersebut menjadi sebuah bentuk informasi yang lebih bermanfaat, biasanya terkait sama performa dari kita sendiri dalam sebuah satuan waktu

5. Visualizing

Nah, setelah dapet informasi yang berguna di fase Processing, selanjutnya informasi itu diolah lagi untuk jadi bahan perbaikan di masa depan

Sounds complicated? wait until you heard about the tools we need :D   Continue reading

Intro

Hello..i’m back

Sudah bertahun-tahun yang lalu sejak saya terakhir posting di blog ini :D iseng membuka account WP dan ternyata masih aktif

kebetulan? ndak juga sih, ceritanya begini..

Kemaren pas lagi beberes kamar, saya nemuin buku kecil yang setiap awal tahun selalu saya isi dengan target, mimpi, visi dan harapan dalam setaun ke depan – di halaman yang bertuliskan “Misi 2011″ ada salah satu poin yang berkata “Kembali ngeblog, berbagi melalui tulisanmu”

Dan semoga blog post ini bisa memulai posting-posting selanjutnya yang (semoga) bisa bermanfaat

#demikian

Pe Er 10 hal tentang saya

huaaah..sudah lama sekali rasanya saya tidak membuka blog ini, bahkan untuk sekedar blogwalking saja sudah lama sekali tidak..sebagian karena efek malas, sebagian lagi karena virus Facebook yang sedang menyerang saya beberapa waktu terakhir ini hehee..

kemudian seorang kawan mengingatkan saya akan sebuah PR yang sebenarnya sudah lama harus dilakukan, namun yaah karena ke sok sibukan saya, akhirnya baru sempet buat menuliskan tulisan ini, tulisan yang sebenarnya biasa aja hehe..dan kurang penting, tapi demi menunjukkan eksistensi saya di blogsphere ini (halaah!!) akhirnya saya menulis aja lah, tulisan ini tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya hehe..karena yang lebih pantas untuk menilai saya sebenarnya adalah kamu, anda dan panjenengan semuanya..

Whatever lah..let’s begin..

1. Imajinatif

hoho..saya itu adalah orang yang imajinatif, saya sering berkhayal, bermimpi dan membayangkan sesuatu, sesuatu yang virtual itu kadang berlari-lari berkelebat di mata saya dengan nyatanya hehe..misalnya ketika ditanya “Mas, jalan Solo itu dimana?” sejenak kemudian muncul peta Jogja di mata saya, kemudian terbayang bentuk 3D dari RingRoad hingga FlyOver Janti, berikut bangunan-bangunan di sekitarnya, kata orang sih ini kemampuan spatial, alhamdulillah berkat ‘ilmu’ ini saya jarang tersesat kalo pas di jalan hehe…nggak cuma itu, kadang-kadang hal-hal aneh suka tergambar di pikiran saya, misalnya saat membaca novel Harry Potter, saya seolah-olah hadir betul di Hogwarts, di The Burrow sampai di Malfoy Manor..hehe aneh ya?

2. Pecandu Bola

OOh kalo ini sudah jelas,,bahkan saya sudah menonton bola sejak Piala Dunia 1994 di USA dulu, ikut menangis saat Roberto Baggio gagal mengeksekusi penalti ke gawang Taffarel saat itu, dan hingga sekarang saya masih setia menjadi pendukung timnas Azzurri dan tentunya juara sejati Italia Juventus FC, walaupun mereka kemaren sempat terganjal kasus calciopoli, namun saya tetap setia..FORZA JUVE..!! selain menjadi penggemar, saya juga cinta bermain sepakbola, baik futsal maupun sepakbola lapangan sebenarnya, kangeen banget sama bau rumput Manahan, tempat dulu mengadu jurus plus belajar passing, dribbling, tackling sampai diving :P

3. Penikmat Seni

untuk yang satu ini, saya sebenarnya minus skill dalam seni, baik seni musik maupun seni-seni lainnya, namun entah mengapa saya sangat menikmatinya, saya sangat menikmati konser-konser musik, pagelaran-pagelaran seni, pameran foto, pembacaan puisi, seni tari dan sebagainya, di keluarga saya pun tidak ada darah seni sama sekali, tapi gak papa lah..bagi saya seni itu level tertinggi dari sebuah ilmu, karena ketika sesuatu sudah masuk dalam level Art, maka ilmu-ilmu teoritis di belakangnya menjadi tidak berlaku lagi, karena semuanya sudah lahir dari hati..hohoho koq malahan ngomong ngalor ngidul..untuk musik, saya adalah penggemar berat Almarhum Kurt Cobain, musisi jenius yang menggubah nada-nada sumbang dari gitar yang seadanya menjadi kumpulan makna kompleks nan syahdu..

4. Pembaca

untuk kebiasaan yang satu ini, saya kadang sering merasa bangkrut, kenapa?karena hampir setiap saya masuk toko buku di saat yang sama muncul godaan berat untuk membeli buku, dan hal ini rupanya kurang baik kalau tidak dikontrol, maka dari itu saya sekarang berusaha menyempatkan datang ke toko buku sebulan sekali saja, atau mungkin ketika saya ada kelebihan rejeki..hehe awalnya kebiasaan membaca ini berawal dari rasa curiosity saya yang cukup besar terhadap segala hal, saya membaca banyak hal, dari mulai ilmu-ilmu yang bermanfaat hingga pada ilmu-ilmu yang kurang bermanfaat macam stensilan dan komik dewasa hehehe..meskipun demikian tidak berarti ilmu saya banyak hehe..mungkin karena hobi saja, maka saya membaca..tapi alhamdulillah kebiasaan ini banyak membantu saya 

5. Moody

Nah ini lah salah satu dari sedemikian banyak sifat-sifat buruk saya, saya itu orangnya moody, dan kadang tidak pada tempatnya, misalnya dulu pernah ketika mendengarkan sebuah presentasi yang menurut saya kurang menarik, maka sekonyong-konyong saya meninggalkan tempat itu, karena melihat presenternya kurang menarik, kadang juga suatu saat saya seharusnya kuliah, namun karena mood saya saat itu tidak sedang ingin kuliah, maka tidak berangkatlah saya hehe..kurang ajar ya?

6. Tidak sabaran dan bosenan

untuk sifat yang satu ini saya sangat mengakuinya, saya sangat benci untuk menunggu, saya ingin semuanya berjalan cepat dan sesuai dengan rencana, saya kurang menikmati proses dan terlalu berorientasi pada hasil..namun perlahan-lahan saya mulai belajar, bahwa ternyata proses dan hasil akhir itu sama pentingnya..selain itu saya juga bosenan, misalnya seminggu ini lagi seneng-senengnya maen PS, bisa jadi minggu depan sudah lebih suka maen FaceBook, kemudian next gantian maen Nintendo hehehe..namun bukan berarti plin-plan loh, hanya suka pada sesuatu hal yang baru saja koq..

7. Bossy

hehe..banyak yang bilang gt..sebenernya mungkin bukan bossy, tapi mungkin nada saya yang memang begitu, maklum turunan Arab, agak keras hehehe..cuman sebenarnya saya berhati lembut lho..baik hati dan suka menabung juga hehehe..

8. Good Listener

hmm..entah mengapa, banyak orang yang suka curhat ke saya, padahal sebenarnya muka saya itu kurang ramah lho, agak serem malahan karena kurang senyum hehehe..saya sih geer aja dengan memuji diri sendiri bahwa saya adalah good listener, hehe pembaca nggak usah iri..biasa aja lah..tapi kadang-kadang kebiasaan mendengarkan curhat dari pelaku curhat, khususnya para wanita ini sering membuat si Ade’ jelez hehe..tenang de’, mas setia koq :P

9. Complex

saya itu rumit, dari seluruh manusia yang ada di muka bumi ini mungkin hanya ibu saya yang dapat memahami saya seutuhnya, bukan sepotong-potong..kadang beberapa orang terdekat pun masih suka geleng-geleng melihat tingkah saya itu, yang suka menerobos aturan, mendobrak kemapanan, walau kadang-kadang menjadi penurut yang manja, pemalas akut, yaah begitu kompleksnya saya..hingga kadang sulit dipahami, yaah mohon dimaafkan

10. Love to learn something new

Yap..seperti sekarang ini, saya lagi asik-asiknya belajar tentang entrepreneurship, senang sekali rasanya mendengarkan kisah-kisah dan sharing dari beberapa teman yang sudah duluan sukses dalam usahanya, dan hal itu menantang saya untuk bergerak..contoh laen, seperti kmren, gara-gara melihat sepeda temen saya, saya tiba-tiba belajar tentang sepeda, saya belajar tentang rangka sepeda, jenis-jenis sepeda dan sebagainya, bagi saya banyak hal baru yang menarik untuk dipelajari, dan saya yakin bahwa sesuatu yang dipelajari itu pasti ada manfaatnya, kalaupun tidak sekarang, may be next time..

 

Yaah demikianlah 10 hal tentang saya, 10 hal di atas saya susun sepengetahuan saya tentang diri saya, mungkin ada beberapa hal yang tidak pas dan subjektif, yah memang subjektif kan memang murni pendapat saya hehe..monggo temen-temen lancarkan kritik dan saran, saya akan sangat berterima kasih akan hal itu, dan dengan ini selesai pula PR saya hehehe..

Bersiap untuk Menghebat

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat tahun baru, baik Hijriah maupun Masehi, buat semuanya..hehehe walaupun udah telat, tapi gpp lah ya..soalnya baru sempet posting juga hehe :P

awal tahun ini saya mulai dengan merayakan bersama kawan-kawan dan keluarga di AngkringQ Cafe, tempat makan hasil keroyokan bersama oknum-oknum pecinta nongkrong yang bersekutu membentuk tempat nongkrong baru dengan konsep berbeda, hehe oia silakan mampir ke AngkringQ Cafe di Jalan Pandega Satya No.10 Jakal Km 5,8 Jogja

Next, hari kedua dan selanjutnya mulai lebih rapi terisinya, entah kenapa tahun 2009 ini saya sambut dengan agak berbeda dengan penyambutan tahun-tahun sebelumnya, saya merasa di tahun 2009 ini lah turning point saya akan terjadi, banyak peristiwa besar hidup yang akan terjadi di tahun 2009 ini, mulai dari skripsi yang tentunya akan berujung pada proses hilangnya status saya sebagai mahasiswa a.k.a lulus, kemudian ke masalah pekerjaan, masalah kehidupan, kualitas diri , Pemilu 2009 (hehehe apa hubungannya?) dan masih banyak beberapa hal

dan semuanya itu tentunya harus kita hadapi dengan perencanaan yang lebih jelas, istilah kerennya tuh Resolusi 2009, karena seperti kata Aa’ Gym “Gagal Merencanakan Berarti Merencanakan Gagal”, hohoho terbius oleh Continue reading

Terus Melangkah

Err..sebelum saya memulai postingan ini, sebelumnya saya ingin mengumumkan bahwa segala macam permasalahan yang pernah terjadi di postingan sebelumnya alhamdulillah sudah dapat diselesaikan secara kekeluargaan, mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak yang terkait, amiin..

 

Hmm..sementara kurasakan hidup terasa lebih melegakan setelah pada minggu-minggu sebelumnya beban-beban hidup datang dengan sempurnanya, tugas-tugas di kampus, persiapan seminar proposal, kerjaan yang ditunda-tunda, deadline yang semakin mepet, dan beberapa hal yang saya hanya bisa menunggu saja, karena segala upaya sudah dilakukan dan tinggal berdo’a, berdo’a dan berdo’a (Keep Praying my boi’s.. :) ), dan minggu ini beberapa sudah terlewati, dan akhirnya saya bisa sedikit merenggangkan otot-otot, menerima undangan makan-makan, dan kembali ke lapangan hijau futsal yang saya rindukan

begitu pula dengan suasana hati yang semakin membaik, masalah-masalah sudah mulai menemukan jalan penyelesaiannya masing-masing, komunikasi semakin terjaga, ruang-ruang rindu mulai buka pintu dan saya pun mulai menyadari betul bahwa sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, yang penting bagaimana kita bersabar dalam menghadapi kesulitan itu, yaah saya pun harus masih banyak belajar tentang sabar ini, sehingga selanjutnya bisa lebih ikhlas dalam berperilaku

sekarang..saatnya memilin kembali benang-benang yang kemarin sempat kusut berkisut, saatnya merapikan retak-retak dan repihan, saatnya mencuci baju-baju yang kotor, membersihkan debu-debu di sudut-sudut lemari, dan menata buku-buku yang bergeletakan, tak terasa 2 minggu lagi teori-teori perkuliahan akan lunas terlahap, dan saatnya menginjak ke langkah akhir dari perjalanan perkuliahan, sebuah kata legendaris yang kadang menggetarkan dan memojokkan, yang menjadi bukti keabsahan mahasiswa untuk menahbiskan dirinya menjadi seorang sarjana, sebuah kata yang kadang dihindari, tidak disukai, tapi harus diselesaikan, kata itu adalah Skripsi!

hingga akhirnya saya berhenti pada titik tanpa ada pilihan lain kecuali segera menyelesaikannya..

Mohon kiriman do’anya kawan..

Dearest Helpless

Umumnya, semakin lama persaudaraan itu digalang, semakin hangat pula jiwa-jiwa yang berada di dalam lingkarannya, logikanya, semakin sering hati-hati terpautkan, semakin terkaitkan benang-benang komunikasi diantaranya

Namun kini, semua rasa sayang, cinta dan kekerabatan itu sedang diuji, belum lama sebuah bisnis era millenium menelisik perlahan di beberapa saudara kami, beberapa kemudian merasa tertarik karena sungguh kawan, hal ini sangat menjanjikan, dan saya pun mengakuinya, selanjutnya kami pun tergabung dalam forum-forum bisnis yang menarik, disana dibawakan presentasi-presentasi ilmu tentang bisnis, yang menyitir ayat-ayat di CashFlow Quadrant, RichDadPoorDad dan beberapa buku-buku bisnis yang menginspirasi lainnya.

beberapa kawan tertarik untuk meningkatkan level (baca : bergabung) dan beberapa tidak, kemudian subhanallah, saudara-saudara saya itu pun deras rejekinya, sungguh ALLAH telah melancarkan rejeki mereka, dan saya pun ikut bahagia akan itu..lainnya, saya dan beberapa kawan yang mempunyai idealisme sendiri juga tetap mendapat rejeki dariNya, tentunya dari sektor lain

Jadi, apa masalahnya?

Tidak penting sesungguhnya, namun entah mengapa hati saya mengatakan ada yang janggal dalam ritme persaudaraan kami setelah bisnis ini mulai tumbuh, ada bagian-bagian yang hilang dalam perjalanannya, ada sisi-sisi yang menjadi bias untuk dibahas, dan saya pun merasa kehilangan.

kehilangan koneksi hati itu, kehilangan aura hangat itu, kehilangan hasrat perjuangan itu

karena pada hakikatnya bisnis ini mengajarkan sebuah hal yang sama sekali tidak pernah saya percayai, yaitu instant, mendapatkan sesuatu dengan mudah dan instant, melupakan proses pahit dalam mengejar mimpi, menyiasati tetesan peluh keringat dan darah dengan kata-kata menyihir yang dipaksakan.

ibarat orang membatik, kehilangan kesabaran dalam melukis dengan canting dan memilih menggunakan batik cap saja, entah hal apa yang mendorong ketidaksabaran itu, karena menurut saya kalo hanya berdasar keingintahuan belaka, maka tidak akan sedrastis ini langkah mereka.

Rindu-rindu yang biasanya tersampaikan oleh bahasa hati kini kering hampa tak berisi, koneksi antar hati pun mendadak macet, intuisi yang biasanya hadir kini seret mampet.

dan saya pun hanya bisa tertegun menyaksikan dunia sekeliling saya berubah dan berputar cepat..cepat sekali bahkan sampai tidak memberiku waktu untuk memahaminya..

Tetapi bagaimana pun hidup adalah pilihan dan setiap pilihan tentunya mengandung resikonya masing-masing, dan hal ini mungkin hanya ujian kecil saja dari persaudaraan kami

Mungkin!

 

 

 

P.S : Judulnya kurang nyambung ya? ;P tapi sejatinya itu yang kurasa

Doubtful Debate

Belum lama ini saya menanyakan kepada seseorang tentang sebuah komunitas debat yang dulu rajin disambanginya, bahkan komunitas itu sempat menjadi lingkaran terdekatnya dalam beberapa masa..kenapa saya tertarik untuk menanyakan hal ini, karena saya sedikit jengah dengan beberapa tayangan di TV tentang debat-debat yang tidak berujung pada sebuah solusi konstruktif, yang seolah-olah cuma menjadi ajang adu retorika belaka dari beberapa kepentingan.

dan pertanyaan itu pun mendapat jawaban, memang kata beliau, sebuah debat ‘hanya’ ditujukan untuk melatih public speaking, kemampuan berdiplomasi dan kemampuan tampil, bukannya untuk mencari solusi, karena memang sejak awal bukan itu lah tujuan lomba debat. dan bisa kita lihat kebiasaan itu pun menjalar ke level-level yang lebih tinggi, level dewan misalnya.

saya jadi ingat cerita salah satu kawannya Bang Anis Matta dulu waktu di IPM, yang sedang mengikuti training kepemimpinan, disitu ada sebuah pertanyaan menarik untuk diperdebatkan, begini pertanyaannya “Ada seorang kader baru keluar dari training tengah malam, tiba-tiba dia ditelepon bahwa ibunya sedang berada dalam sakaratul maut, dia pacu motornya, tetapi tiba-tiba ada lampu merah, tidak ada polisi, menurut anda apakah dia harus menerobos lampu merah itu?atau tetap berhenti, tapi kalo bertahan, situasinya bakalan gawat, dan mungkin dy tidak sempat bertemu dengan orang tuanya”

Kemudian para peserta berdebat sengit luar biasa, bahkan sampai berjam-jam, bahkan hingga instruktur tertawa, menertawakan kekonyolan yang sedang terjadi. Memang saya akui banyak hal-hal yang dipelajari, seperti keberanian dan sebagainya, tapi sejak awal peserta tidak diajarkan untuk berpikir besar, permasalahan yang dibahas pun masih remeh-temeh, kenapa? karena sejak awal yang dilatih adalah teknik berdebat.

Jadi disitu orang belajar tentang retorika, public speaking dan seterusnya, namun Continue reading

Seven Social Sins

Seven Social Sins

politics without principle

wealth without work

pleasure without conscience

knowledge without character

commerce without morality

science without humanity

worship without sacrifice

Quoted by Mahatma Gandhi in Young India, 1925

semua kembali padaNya

Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun..

telah berpulang ke Rahmatullah, Imam Samudra, Amrozi dan Mukhlas..


terlepas dari kontroversi mereka dan perbuatan khilaf yang mungkin pernah mereka lakukan, mereka tetaplah bagian dari persaudaraan Islam ini..

mari sejenak kita kirimkan do’a..semoga ALLAH menerima mereka bertiga di sisiNya..

amiin..

Memaknai Persahabatan

*) Postingan ini diinspirasi oleh seorang sahabat yang kmren masih berkenan mengantarkan saya ke RS malam-malam untuk berobat, walaupun sahabat saya ini pun sudah sangat kelelahan..Thx My BigBro..dan gambar ini nggak ada hubungannya sama sekali sama sahabat saya itu..gambar ini cuma gambar lama yang nggak tau kenapa pengen saya liatin hehehe

ngomongin soal persahabatan, saya jadi inget sms dari teman saya ini, sms yang menggelitik dan nakal, cuman paling nggak bener-bener memancing senyum bahkan tawa

Friendship is like peeing in your pants

Everyone can see it

But only you can feel its true warmth

Thanks for being pee in my pants

Hehehe..saya jadi geli sendiri kalo membaca sms ini..

Kehangatan khas persahabatan itu memang kadang hanya kita sendiri yang bisa merasakannya, bahkan saat semua orang bisa melihatnya, bisa jadi orang melihat persahabatan kita dengan sahabat kita itu terasa akrab dan menggelora, walaupun pada kenyataannya kita merasakan hampa disitu

Sebaliknya, bisa jadi persahabatan kita dan sahabat kita terasa garing, jarang bertemu, jarang ada tawa, tapi bisa jadi pula kehangatan yang kita rasa saat bertemu dengannya

dalam suatu bukunya, GUE NEVER DIE, Ustadz Salim A. Fillah pernah bercerita tentang level-level persahabatan, tentang sejauh mana cara kita bersahabat, dan beliau membaginya menjadi 4 level persahabatan , yaitu Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.